Jumat, 14 Januari 2011

Biografi Tokoh di Indonesia

sby

Biografi Bapak SBY, Susilo Bambang Yudhoyono

Ini dia Presiden Republik Indonesia pertama hasil pilihan rakyat secara langsung. Lulusan terbaik Akabri (1973) yang akrab disapa SBY dan dijuluki ‘Jenderal yang Berpikir’, ini berenampilan tenang, berwibawa serta bertutur kata bermakna dan sistematis. Dia menyerap aspirasi dan suara hati nurani rakyat yang menginginkan perubahan yang menjadi kunci kemenangannya dalam Pemilu Presiden putaran II 20 September 2004.

Berpasangan dengan Muhammad Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden, paduan dwitunggal ini menawarkan program memberikan rasa aman, adil dan sejahtera kepada rakyat. Pasangan ini meraih suara mayoritas rakyat Indonesia (hitungan sementara 61 persen), mengungguli pasangan Megawati Soekarnoputri – KH Hasyim Muzadi.

Popularitas dengan enampilan yang tenang dan berwibawa serta tutur kata yang bermakna dan sistematis telah mengantarkan SBY pada posisi puncak kepemimpinan nasional. Penampilan publiknya mulai menonjol sejak menjabat Kepala Staf Teritorial ABRI (1998-1999) dan semakin berkibar saat menjabat Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid) dan Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri).

Ketika reformasi mulai bergulir, SBY masih menjabat Kaster ABRI. Pada awal reformasi itu, TNI dihujat habis-habisan. Pada saat itu, sosok SBY semakin menonjol sebagai seorang Jenderal yang Berpikir. Ia memahami pikiran yang berkembang di masyarakat dan tidak membela secara buta institusinya. “Penghujatan terhadap TNI itu menurut saya tak lepas dari format politik Orde Baru dan peran ABRI waktu itu,” katanya. Maka, Tokoh Indonesia DotCom menjulukinya sebagai ‘mutiara di atas lumpur’.

Banyak orang mulai tertarik pada sosok militer yang satu ini. Pada saat institusi TNI dan oknum-oknum militernya dibenci dan dihujat, sosok SBY malah mencuat bagai butiran permata di atas lumpur. (Hampir sama dengan pengalaman Jenderal Soeharto, ketika enam jenderal TNI diculik dalam peristiwa G-30-S/PKI, ‘the smiling jeneral‘ itu berhasil tampil sebagai ‘penyelamat negeri’ dan memimpin republik selama 32 tahun. Sayang, kemudian jenderal berbintang lima ini terjebak dalam budaya feodalistik dan kepemimpinan militeristik. Pengalaman Pak Harto ini, tentulah berguna sebagai guru yang terbaik bagi pemimpin nasional negeri ini).

Lulusan Terbaik

Siapakah Susilo Bambang Yudhoyono yang berhasil meraih pilihan suara hati nurani rakyat pada era reformasi dan demokratisasi itu?

Pensiunan jenderal berbintang empat berwajah tampan dan cerdas, ini adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotji dan Sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari ayahnya R. Soekotji yang pensiun sebagai Letnan Satu (Peltu). Sementara ibunya, Sitti Habibah, putri salah seorang pendiri Ponpes Tremas, mendorongnya menjadi seorang penganut agama Islam yang taat. Dalam dirinya pun mengalir kental jiwa militer yang relijius.

Selain itu, lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) angkatan 1973, ini juga memiliki garis darah biru, sebagai keturunan bangsawan Jawa yang mengalir dari dua arah dan berujung pada Majapahit dan Sultan Hamengkubuwono II. Kakeknya dari pihak ayah, bernama R. Imam Badjuri, adalah anak dari hasil pernikahan Kasanpuro (Naib Arjosari II – darah biru Majapahit) dan RM Kustilah ( sebagai turunan kelima trah Sultan Hamengkubuwono II bernama asli RA Srenggono).

Bahkan dalam silsilah lengkapnya, SBY juga memiliki garis keturunan dari Pakubuwono.Kendati SBY anak tunggal, dia hidup dengan prihatin dan kerja keras. Pada saat sekolah di Sekolah Rakyat Gajahmada (sekarang SDN Baleharjo I), SBY tinggal bersama pamannya, Sasto Suyitno, ketika itu Lurah Desa Ploso, Pacitan. Prestasinya saat SR sudah menonjol.

Dalam proses pengasuhan yang berdisiplin keras, pada masa kecil dan remajanya, SBY juga mengasah dan menyalurkan bakat sebagai penulis puisi, cerpen, pemain teater dan pemain band. Pria tegap yang memiliki tinggi badan sekitar 175 cm, kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949, ini senang mengikuti kegiatan kesenian seperti melukis, bermain peran dalam teater dan wayang orang. Beberapa karya puisi dan cerpennya sempat dikirimkan ke majalah anak-anak waktu itu, misalnya ke Majalah Kuncung. Sedangkan aktivitas bermain band masih dilaksanakan hingga tingkat satu Akabri Darat sebagai pemegang bas gitar. Sesekali masih juga menulis puisi.

Di samping kesenian, ia juga menyukai dunia olah raga seperti bola voli, ia senang travelling, baik jalan kaki, bersepeda atau berkendaraan. Sedangkan olah raga bela diri hingga saat ini masih aktif dilakukan.

Tekadnya menjadi prajurit mengental saat kelas V SR (1961) berkunjung ke AMN di kampus Lembah Tidar Magelang.

“Saya tertarik dengan kegagahan sosok-sosok taruna AMN yang berjalan dan berbaris dengan tegap waktu itu. Ketika rombongan wisata singgah ke Yogyakarta, saya sempatkan membeli pedang, karena dalam bayangan saya, tentara itu membawa pedang dan senjata,” kenang SBY.

Mewarisi sikap ayahnya yang berdisiplin keras, SBY berjuang untuk mewujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi tentara dengan masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) setelah lulus SMA akhir tahun 1968. Namun, lantaran terlambat mendaftar, SBY tidak langsung masuk Akabri. Maka dia pun sempat menjadi mahasiswa Teknik Mesin Institut 10 November Surabaya (ITS).
Namun kemudian, SBY malah memilih masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di Malang, Jawa Timur. Selagi belajar di PGSLP Malang itu, ia pun mempersiapkan diri untuk masuk Akabri.

Tahun 1970, dia pun masuk Akabri di Magelang, Jawa Tengah, setelah lulus ujian penerimaan akhir di Bandung. SBY satu angkatan dengan Agus Wirahadikusumah, Ryamizard Ryacudu, dan Prabowo Subianto. Semasa pendidikan, SBY yang mendapat julukan Jerapah, sangat menonjol. Terbukti, dia meraih predikat lulusan terbaik Akabri 1973 dengan menerima penghargaan lencana Adhi Makasaya.

Saat menempuh pendidikan di Akademi Militer, itu, SBY berkenalan dengan Kristiani Herrawati, putri Sarwo Edhie. Saat itu, Mayjen Sarwo Edhi Wibowo, menjabat Gubernur Akabri. Perkenalan terjadi saat SBY menjabat sebagai Komandan Divisi Korps Taruna.

Perkenalan itu berlanjut dengan berpacaran, bertunangan dan pernikahan. Mereka dikarunia dua orang putra Agus Harimurti Yudhoyono (mengikuti dan menyamai jejak dan prestasi SBY, lulus dari Akmil tahun 2000 dengan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara, Magelang yang kemudian menekuni ilmu ekonomi).

Pendidikan militernya dilanjutkan di Airborne and Ranger Course di Fort Benning, Georgia, AS (1976), Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, Georgia, AS (1982-1983) dengan meraih honor graduate, Jungle Warfare Training di Panama (1983), Anti Tank Weapon Course di Belgia dan Jerman (1984), Kursus Komandan Batalyon di Bandung (1985), Seskoad di Bandung (1988-1989) dan Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, AS (1990-1991). Gelar MA diperoleh dari Webster University AS.

Karir Militer

Dalam meniti karir, SBY sangat mengidolakan Sarwo Edhi yang tidak lain adalah bapak mertuanya sendiri. Dalam pandangannya, Sarwo Edhi adalah seorang prajurit sejati. Jiwa dan logika kemiliterannya amat kuat. Selain belajar strategi, taktik, dan kepemimpinan militer, mertuanya itu amat sederhana dalam hidup dan teguh dalam memegang prinsip-prinsip yang diyakini.

Perjalanan karier militernya, dimulai dengan memangku jabatan sebagai Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (Komandan Peleton III di Kompi Senapan A, Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Kostrad) tahun 1974-1976, membawahi langsung sekitar 30 prajurit.Batalyon Linud 330 merupakan salah satu dari tiga batalyon di Brigade Infantri Lintas Udara 17 Kujang I/Kostrad, yang memiliki nama harum dalam berbagai operasi militer. Ketiga batalyon itu ialah Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Batalyon Infantri Lintas Udara 328/Dirgahayu, dan Batalyon Infantri Lintas Udara 305/Tengkorak.

SBY, sebagai komandan peleton, giat berlatih bersama anak buahnya sehingga peletonnya sering kali menjadi andalan bagi Kompi A dalam setiap kegiatan latihan bersama kompi-kompi lainnya di tingkat batalyon. Selain itu, ia juga mendapat tugas tambahan memberi les pengetahuan umum dan bahasa Inggris bagi semua anggota batalyon.

Kefasihan berbahasa Inggris, membuatnya terpilih mengikuti pendidikan lintas udara (airborne) dan pendidikan pasukan komando (ranger) di Pusat Pendidikan Angkatan Darat Amerika Serikat, Ford Benning, Georgia, 1975.

Kemudian sekembali ke tanah air, ia memangku jabatan Komandan Peleton II Kompi A Batalyon Linud 305/Tengkorak (Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad) tahun 1976-1977. Dia pun memimpin Pleton ini bertempur di Timor Timur.

Sepulang dari Timor Timur, ia menjadi Komandan Peleton Mortir 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977). Setelah itu, ia ditempatkan sebagai Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978), Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981), dan Paban Muda Sops SUAD (1981-1982).

Ketika bertugas di Mabes TNI-AD, itu SBY kembali mendapat kesempatan sekolah ke Amerika Serikat. Dari tahun 1982 hingga 1983, ia mengikuti Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983 sekaligus praktek kerja-On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983. Kemudian mengikuti Jungle Warfare School, Panama, 1983 dan Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984, serta Kursus Komando Batalyon, 1985. Pada saat bersamaan dia menjabat Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985) Lalu dia dipercaya menjabat Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988) dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988), sebelum mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI-AD (Seskoad) di Bandung dan keluar sebagai lulusan terbaik Seskoad 1989.

Dia pun sempat menjadi Dosen Seskoad (1989-1992), dan ditempatkan di Dinas Penerangan TNI-AD (Dispenad) dengan tugas antara lain membuat naskah pidato KSAD Jenderal Edi Sudradjat. Lalu ketika Edi Sudradjat menjabat Panglima ABRI, ia ditarik ke Mabes ABRI untuk menjadi Koordinator Staf Pribadi (Korspri) Pangab Jenderal Edi Sudradjat (1993).

Lalu, dia kembali bertugas di satuan tempur, diangkat menjadi Komandan Brigade Infantri Lintas Udara (Dan Brigif Linud) 17 Kujang I/Kostrad (1993-1994) bersama dengan Letkol Riyamizard Ryacudu. Kemudian menjabat Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995).

Tak lama kemudian, dia dipercaya bertugas ke Bosnia Herzegovina untuk menjadi perwira PBB (1995). Ia menjabat sebagai Kepala Pengamat Militer PBB (Chief Military Observer United Nation Protection Force) yang bertugas mengawasi genjatan senjata di bekas negara Yugoslavia berdasarkan kesepakatan Dayton, AS antara Serbia, Kroasia dan Bosnia Herzegovina.

Setelah kembali dari Bosnia, ia diangkat menjadi Kepala Staf Kodam Jaya (1996), hanya sekitar lima bulan. Saat itu Pangdam Jaya dijabat Mayjen TNI Sutiyoso, yang menggantikan Mayjen TNI Wiranto yang diangkat menjadi Panglima Kostrad. Pada saat menjabat sebagai Kasdam Jaya, terjadi peristiwa 27 Juli 1996, yang menyeret namanya menjadi salah seorang saksi dalam pengungkapan kasus tersebut.

Kemudian dia menjabat Pangdam II/Sriwijaya (1996-1997) sekaligus Ketua Bakorstanasda dan Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998) sebelum menjabat Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI (1998-1999). Penampilan publiknya mulai menonjol saat menjabat Kepala Staf Teritorial ABRI tersebut.

Pada masa menjabat Kaster ABRI ini reformasi mulai bergulir. TNI dihujat habis-habisan. Pada saat itu, sosok SBY semakin menonjol sebagai seorang Jenderal yang Berpikir. Ia memahami pikiran yang berkembang di masyarakat dan tidak membela secara buta institusinya. Dia pun berperan banyak dalam upaya mereposisi peran TNI (ABRI). Rafermasi TNI dimulai pada masa ini.

Karir Politik

Sementara, langkah karir politiknya dimulai tanggal 27 Januari 2000, saat memutuskan untuk pensiun lebih dini dari militer ketika dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Ketika itu ia masih berpangkat letnan jenderal dan akhirnya pensiun dengan pangkat jenderal kehormatan.

Tak lama kemudian, SBY pun terpaksa meninggalkan posisinya sebagai Mentamben karena Gus Dur memintanya menjabat Menkopolsoskam untuk menggantikan Jenderal Wiranto yang terpaksa mengundurkan diri sebagai Menkopolsoskam.

Popularitasnya semakin berkibar saat menjabat Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid) dan Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri).Tugas terberatnya sebagai Menko Polkam adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat dan dunia bahwa keamanan di Indonesia dapat diwujudkan. Faktor keamanan inilah yang sering dijadikan investor asing untuk membatalkan rencana investasinya di Indonesia. Sedangkan dari dalam negeri, masyarakat sering kali merasa was-was dengan berbagai gangguan seperti teror bom yang kerap terjadi.

Persoalan lainnya adalah, upaya menghentikan pertikaian di daerah konflik, yang secara perlahan memperlihatkan kemajuan. Namun, karena besarnya masalah yang dihadapi, keberhasilan tugasnya itu sering tidak ditanggapi serius. Masih banyak pekerjaan besar menunggu untuk segera diselesaikan.

Menghadapi tugas berat, ternyata menjadi bagian sejarah hidup SBY yang sebelum menjadi menteri sempat diprediksi bakal menjadi orang nomor satu di lingkungan militer. Ketika Presiden KH Abdurrahman Wahid berkuasa, ia sempat diberi tugas untuk melobi keluarga mantan Presiden Soeharto.

Maksud langkah persuasif yang dilakukannya itu agar keluarga cendana bersedia memberikan sebagian hartanya kepada rakyat dan bangsa. Khususnya untuk membawa pulang harta keluarga Soeharto yang diperkirakan masih tersimpan di luar negeri. Padahal saat itu masyarakat tengah menunggu dengan seksama hasil peradilan orang kuat Orde Baru tersebut.

Presiden Wahid pada awal tahun 2001 pernah memintanya untuk membentuk Crisis Centre. Dalam lembaga nonstruktural ini Presiden Wahid meminta Yudhoyono menjabat sebagai Ketua Harian dan menempatkan pusat informasi atau kegiatan (operation centre) di kantor Menko Polsoskam. Lembaga baru ini berfungsi untuk memberikan rekomendasi kepada Presiden Wahid dalam menjawab berbagai persoalan. Termasuk di antaranya sikap Kepala Negara dalam merespon pemberian dua memorandum oleh DPR.

Kisah ketika dia menjabat Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid) mengukir kisah tersendiri. Walau berulang kali menerima kepercayaan bukan berarti Yudhoyono ‘lembek’ dalam menghadapi Presiden Wahid. Ketika terdengar kabar Presiden Wahid ngotot akan menerbitkan dekrit pembubaran DPR, maka, bersama Panglima TNI Laksamana Widodo AS dan jajaran petinggi TNI lainnya, ia meminta Gus Dur mengurungkan niatnya.

Puncaknya, pada 28 Mei 2001, bersama beberapa menteri tidak merekomendasikan rencana Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan Dekrit Presiden. Bahkan tidak bersedia melaksanakan Maklumat Presiden yang menugaskannya sebagai Menkopolsoskam untuk mengambil langkah-langkah yang perlu untuk mengatasi krisis, memelihara keamanan, ketertiban dan hukum.

Akibatnya ia diberhentikan dengan hormat dari jabatan Menkopolsoskam pada 1 Juni 2001, kerena menolak rencana Presiden mengeluarkan Dekrit. Ketika ia ditawari jabatan Menteri Perhubungan atau Menteri Dalam Negeri namun ditolaknya.

Lalu pada Sidang Istimewa MPR-RI, 25 Juli 2001, ia dicalonkan memperebutkan jabatan Wakil Presiden yang lowong setelah Megawati Soekarnoputri dipilih menjadi presiden. Ia bersaing dengan Hamzah Haz dan Akbar Tandjung.

Pada 10 Agustus 2001, Presiden Megawati mempercayai dan melantiknya menjadi Menko Polkam Kabinet Gotong-Royong. Dia pun tampak menjalankan tugasnya dengan baik. Salah satu pelaksanaan tugasnya adalah mengumumkan pemberlakuan status darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada 19 Mei 2003, serta proses penyelesaian konflik Ambon dan Poso.

Hal itu sangat menguntungkan SBY yang sudah berancang-ancang untuk merebut kursi presiden. Kemudian popularitasnya makin memuncak. Pertama kali dia masuk bursa calon presiden, ketika Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia menimangnya menjadi salah satu kandidat calon presiden dan wakil presiden. Kemudian, Partai Demokrat yang dibidani dan didirikan bersama beberapa koleganya menyebutnya sebagai calon presiden, bukan calon wakil presiden.

Lalu iklan damainya muncul di berbagai stasiun televisi. Ia pun menjawab pertanyaan wartawan yang menanyakan soal tidak dilibatkannya dia dalam beberapa kegiatan kabinet yang menyangkut masalah politik dan keamanan. Lalu, suami Presiden Megawati, Taufik Kiemas menyebutnya kekanak-kanakan karena dinilai melapor kepada wartawan bukan kepada presiden (1/3/2004). Ia pun beruntung karena pers dan beberapa pengamat membangun opini bahwa ia sedang ditindas oleh Taufik Kiemas, suami Megawati.

Dalam pada itu, dua kali rapat kordinasi bidang Polkam batal dilakukan karena ketidakhadiran para menteri terkait. Tampaknya para menteri terkait tak lagi mempercayai dan menurutinya. Lalu pada 9 Maret 2004, dia pun menyurati Presiden Megawati mempertanyakan kewenangannya sekaligus minta waktu bertemu. Namun, Presiden tidak menjawab surat itu. Mensesneg Bambang Kusowo kepada pers mengatakan tidak seharusnya seorang menteri (pembantu presiden) mesti membuat surat meminta bertemu dengan presiden. Dia pun diundang mengahadiri rapat menteri terbatas. Tapi ia tidak datang.

Ia merasa suratnya tak ditanggapi. Lalu pada 11 Maret 2004, ia memilih mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam karena merasa kewenangannya sebagai Menko Polkam telah diambil-alih oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada situasi itu, M. Jusuf Kalla, yang menjabat Menko Kesra, menemuinya. Lalu, malam harinya, di sebuah hotel, ia bertemu Abdurrahman Wahid yang diisukan sudah sejak beberapa waktu menimangnya menjadi calon presiden dari PKB.Jenderal yang simpatik, tampan, mudah senyum dan memikat banyak perempuan ini, ketika mengumumkan permintaan pengunduran dirinya, mengatakan “Sesuai dengan hak politik saya, jika nanti pada saatnya ada partai politik, katakanlah Partai Demokrat dan dengan gabungan partai lain yang mengusulkan saya sebagai calon presiden, insya Allah saya bersedia.”

Keputusan pengunduran dirinya dinilai berbagai pihak suatu keputusan yang elegan. Dalam perjalanan kariernya, Yudhoyono, memang selalu ingin tampak elegan baik dalam bertutur maupun bersikap. Sikap itu terlihat dalam beberapa peristiwa penting yang melibatkan langsung menantu Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo itu.

Langkah pengunduran diri ini dinilai berbagai pihak membuatnya lebih leluasa menjalankan hak politik yang akan mengantarkannya ke kursi puncak kepemimpinan nasional. Polling TokohIndonesia DotCom menempatkannya sebagai calon wakil presiden yang paling puncak.

Dwitunggal SBY-JK

Proses pengunduran dirinya yang terkesan akibat tersisihkan dalam Kabinet Megawati telah mengangkat populeritasnya. Popularitasnya semakin menonjol. Ia seorang yang beruntung memiliki popularitas politik menggungguli para tokoh poltik lainnya yang justru sebelumnya meminangnya sebagai Calon Wakil Presiden. Popularitasnya telah mendongkrak perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu legislatif 2004 yang menduduki peringkat lima dan mengantarkannya menjadi calon presiden.

Tak lama setelah Pemilu Legislatif April 2004, SBY pun secara resmi meminta kesediaan M. Jusuf Kalla mendampinginya sebagai Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. Pasangan ideal ini dicalonkan Partai Demokrat, PKPI dan PBB.

Pada Pemilu Presiden putaran pertama 5 Juli 2004, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla ini memperoleh 39.838.184 suara (33,574 persen) diikuti pasangan Megawati-Hasyim Muzadi 31.569.104 suara (26,60 persen). Kedua pasangan itu maju ke Pemilu Presiden tahap kedua 20 September 2004.

Sementara perolehan suara tiga pasangan Capres-Cawapres lainnya yakni di urutan tiga Wiranto-Salahuddin Wahid meraih 26,286,788 suara (22,154%), urutan empat Amien Rais-Siswono Yudo Husodo 17,392,931suara (14,658%), dan urutan lima Hamzah Haz-Agum Gumelar 3,569,861suara (3,009%).

Dalam aturan main Pemilu Presiden ditetapkan jika dalam putaran pertama tidak ada pasangan Capres-Cawapres yang meraih 50% + 1n suara dengan sedikitnya 20 persen di setiap provinsi dan tersebar lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, maka peraih suara terbanyak 1 dan 2 ditetapkan untuk maju ke putaran kedua Pemilu Presiden.

Hasil rekapitulasi penghitungan suara dari 32 provinsi ditambah hasil pemilu di luar negeri, jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya 121.293.844 orang, atau 78,22 persen dari pemilih terdaftar 155.048.803, lebih rendah dari pemilu legislatif yang 84,07 persen.

Pasangan Yudhoyono-Jusuf meraih kemenangan di 17 provinsi, termasuk di luar negeri. Pasangan Megawati-Hasyim mengungguli pasangan calon lainnya di enam provinsi. Pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid meraih kemenangan di tujuh provinsi. Pasangan Amien Rais-Siswono Yudo Husodo meraih kemenangan di dua provinsi. Pasangan Hamzah Haz-Agum Gumelar tidak memenang di satu pun provinsi.

Kemudian pada Pemilu Presiden putara kedua 20 September 2004, SBY-JK meraih kepercayaan mayoritas rakyat Indonesia dengan perolehan suara di attas 60 persen, mengungguli pasangan Mega-Hasyim yang meraih kurang dari 40 persen suara.

Tinggal di Istana

Menjawab pertanyaan wartawan (24/9/2004), akan tinggal di mana setelah dilantik menjadi presiden, SBY menjawab: “Istana. Saya memilih akan tinggal di sana setelah dilantik.” Pilihannya beserta keluarga untuk tinggal di Istana Negara didasarkan pada alasan akan lebih efisien dan efektif bagi pelaksanaan tugasnya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Menurutnya, di istana akan memudahkan pengaturan kegiatan. Tidak akan terlalu menghambat lalu lintas, pengamanan akan lebih mudah, tamu-tamu akan mudah pengaturan dan pendataannya, dan demi penghematan juga. “Kalau saya tinggal di luar istana, pasti diperlukan pembangunan sejumlah fasilitas yang sebetulnya tidak diperlukan jika saya tinggal di istana,” katanya.

Sumber : tokohindonesia.com

TUGAS KEWIRAUSAHAAN " Pemosisian Iklan Hufagripp"

TUGAS KEWIRAUSAHAAN

Nama : Sondi Herawan

Kelas : 4 ID 01

NPM : 30407990

“PEMOSISIAN IKLAN HUFAGRIPP”

Dalam hal ini Hufagripp merupakan produk berupa obat batuk dan flu yang diperuntukkan untuk anak-anak. Untuk memasarkan produknya perusahaan tentunya memiliki cara untuk memperkenalkannya kepada masyarakat luas, salah satunya yitu dengan menggunakan iklan di media elektronik. Hal ini dianggap cara yang paling tepat unutk memasarkan atau memperkenalkan produk yang dibuat perusahaan, karena tentunya hampir setiap saat masyarakat melihat dan menyaksikan tayangan televisi sehingga lama kelamaan jika masyarakat melihat tayangan yang berulang-ulang akan mencitrakan produk tersebut dan pada akhirnya diharapkan masyarakat akan membeli produk tersebut. Pada iklan hufagripp yang ditayangkan ditelevisi saat ini sudah bisa dikatakan cukup tepat sasaran, karena menempatkan anak-anak sebagai objeknya.

Seperti yang kita ketahui dunia anak adalah dunia dimana anak-anak semestinya riang bergembira dan bebas bermain. Pada iklan tersebut ditampilkan sekumpulan anak-anak yang sangat ceria dan bersemangat untuk melakukan aktivitas tentunya tidak terlepas dari bermain. Anak-anak dalam iklan tersebut mengenakan berbagai macam baju adat atau baju dari beberapa daerah ditanah air. Tidak bisa kita bayangkan apabila anak-anak yang sangat lincah dan lucu itu serta penuh keceriaan menderita sakit, tentunya menjadi sutu hal yang cukup mengkhawatirkan baik bagi orang tua maupun orang disekitarnya.

Pada tayangan iklan tersebut diharapkan dengan mengkonsumsi obat hufagripp anak-anak dapat ceria kembali dan dapat beraktivitas dengan bebas. Juga diharapkan dengan mengkonsumsi obat tersebut dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak terhadap penyakit yang mungkin dapat menyerang tubuh(imunitas).

Harga Produk:

  1. Untuk Hufagripp Batuk dan Pilek Rp. 8.500,00
  2. Untuk Hufagripp Flu Rp. 11.000,00

Adapun strategi yang tepat untuk iklan tersebut antara lain, perusahaan tersebut semestinya menunjukkan bahwa obat bukan sesuatu yang menakutkan bagi anak-anak. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa anak-anak sangat sulit jika diminta untuk meminum atau mengkonsumsi obat. Dalam hal ini sebaiknya pada iklan tersebut dibuat citra yang baik mengenai obat atau dibuat kesan bahwa obat tersebut memang enak dikonsumsi oleh anak-anak. Dan juga dalam iklan tersebut semestinya menampilkan beberapa macam rasa, seperti rasa buah-buahan yang bisa dipilih dan disukai anak-anak. Karena kita ketahui anak-anak sangat menyukai berbagai rasa buah-buahan, sehingga nantinya akan membuat anak-anak akan lebih tertarik untuk mengkonsumsi obat.

Selasa, 11 Januari 2011

biografi tokoh

BOIGRAPHY alm. PRESIDEN KE-2 REPUBLIK INDONESIA

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNGNHs8b3m2gCLbGbrgreNC57wiwZi89nhaWbirHS7EFvOUx-3hT6eqWcHWQ7DMYZPGarz2KzIBzn__RfLFTgBBKEE28cxyTSQtLtrzEaBEL-1m_4BTsZ2ZTHONw7dbUrfEblKlgYtXZdc/s320/soeharto.jpg

Soeharto adalah Presiden kedua Republik Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Bapaknya bernama Kertosudiro seorang petani yang juga sebagai pembantu lurah dalam pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah.

Soeharto masuk sekolah tatkala berusia delapan tahun, tetapi sering pindah. Semula disekolahkan di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD Pedes, lantaran ibunya dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk Kidul. Namun, Pak Kertosudiro lantas memindahkannya ke Wuryantoro. Soeharto dititipkan di rumah adik perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantri tani.

Sampai akhirnya terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1941. Beliau resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945. Pada tahun 1947, Soeharto menikah dengan Siti Hartinah seorang anak pegawai Mangkunegaran.

Perkawinan Letkol Soeharto dan Siti Hartinah dilangsungkan tanggal 26 Desember 1947 di Solo. Waktu itu usia Soeharto 26 tahun dan Hartinah 24 tahun. Mereka dikaruniai enam putra dan putri; Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo Mandala Putra dan Siti Hutami Endang Adiningsih.

Jenderal Besar H.M. Soeharto telah menapaki perjalanan panjang di dalam karir militer dan politiknya. Di kemiliteran, Pak Harto memulainya dari pangkat sersan tentara KNIL, kemudian komandan PETA, komandan resimen dengan pangkat Mayor dan komandan batalyon berpangkat Letnan Kolonel.

Pada tahun 1949, dia berhasil memimpin pasukannya merebut kembali kota Yogyakarta dari tangan penjajah Belanda saat itu. Beliau juga pernah menjadi Pengawal Panglima Besar Sudirman. Selain itu juga pernah menjadi Panglima Mandala (pembebasan Irian Barat).

Tanggal 1 Oktober 1965, meletus G-30-S/PKI. Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat. Selain dikukuhkan sebagai Pangad, Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai Pangkopkamtib oleh Presiden Soekarno. Bulan Maret 1966, Jenderal Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno. Tugasnya, mengembalikan keamanan dan ketertiban serta mengamankan ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno.

Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30-S/PKI, Sidang Istimewa MPRS, Maret 1967, menunjuk Pak Harto sebagai Pejabat Presiden, dikukuhkan selaku Presiden RI Kedua, Maret 1968. Pak Harto memerintah lebih dari tiga dasa warsa lewat enam kali Pemilu, sampai ia mengundurkan diri, 21 Mei 1998.

Presiden RI Kedua HM Soeharto wafat pada pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008. Jenderal Besar yang oleh MPR dianugerahi penghormatan sebagai Bapak Pembangunan Nasional, itu meninggal dalam usia 87 tahun setelah dirawat selama 24 hari (sejak 4 sampai 27 Januari 2008) di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.

http://www.wattpad.com/79641-biografi-soeharto

Jumat, 17 Desember 2010

Pajak Warteg Akan Lemahkan Semangat Wirausaha

JAKARTA - Wacana pemberlakuan pajak 10 persen pemrov DKI bagi rumah makan atau warung Tegal yang memiliki omset di atas Rp60 juta per tahun kian memicu reaksi dari berbagai elemen masyarakat.

Aktivis Petisi 28 Adhie Massardi mengatakan, setidaknya perlu dilakukan pengkajian lebih detail terkait pajak wirausaha kecil menengah ini.

"Saat ini Pemerintah pusat sedang mengalakkan wirausaha mandiri bagi generasi muda. Baru saja mulai berwirausaha, berkembang, sudah dikenakan pajak," kata Adhie saat dihubungi okezone, Jakarta, Minggu (05/12/2010).

Tentu saja kebijakan ini bukan menggairahkan wirausaha kecil, namun sebaliknya tidak akan mengairahkan semangat berwirausaha. Lainnya, kenaikan pajak 10 persen akan berdampak kepada kenaikan harga.
http://news.okezone.com/read/2010/12/05/338/400294/pajak-warteg-akan-lemahkan-semangat-wirausaha

Spirit Warteg dan Kultur Wirausaha Tegal

Spirit Warteg dan Kultur Wirausaha Tegal

Kuliner saat ini tidak lagi dianggap sebagai persoalan makan dan pemenuhan kebutuhan subsistensi dasar belaka semenjak Bondan Winarno menjadi host Wisata Kuliner di Trans TV beberapa tahun lalu. Kuliner telah naik kelas menjadi satu ‘disiplin ilmu’ dan ‘layak’ didiskusikan secara ilmiah. Kuliner kemudian dikenal publik sebagai karya yang direproduksi dari tradisi, sistem nilai, dan budaya yang panjang. Begitu juga ketika kita hendak membincangkan Warteg. Warteg, sebagaimana Rumah Makan Padang, Lapo (Lepau) Tuak Medan, Lesehan Jawa (Sunda, Yogyakarta atau Solo), Warung Kopi, Warung Bubur Kacang Hijau (Burjo) atau Kedai sejatinya merupakan manifestasi dari budaya yang terangkum dalam tradisi kuliner.

Karakteristik

Hampir setiap kita pernah mendengar idiom Warteg, melihat ujud Warteg, sampai menjadi pelanggannya. Namun ketika ditanya bagaimana karakteristik Warteg, kiranya tak banyak dari kita yang mampu menjawabnya secara memuaskan. Realitas ini mengindikasikan bahwa karakteristik Warteg merupakan ‘sesuatu yang ilmiah’, yang dapat diidentifikasi menurut metodologi riset seperti observasi, studi literatur hingga interview mendalam.

Sejarah Warteg dapat dilacak menurut beberapa versi. Sejauh ini, sebagian besar kalangan percaya Warteg bermula sejak tahun 1950-an hinggan 1960-an. Saat itu pembangunan infrastruktur di ibukota demikian pesat. Sejumlah proyek dikerjakan, yang menimbulkan efek berganda (multiplier effect) sejumlah pekerja (tukang dan kuli) yang cukup banyak. Pekerja bangunan ini umumnya mendirikan bedeng-bedeng sementara di lokasi proyek. Selain tempat tinggal, pekerja ini membutuhkan konsumsi yang dapat dijangkau koceknya: murah, dan banyak.

Peluang ini rupanya dibaca secara kreatif oleh warga Tegal. Kelompok imigran asal Tegal di ibukota mulai menyediakan layanan kuliner di lokasi proyek. Mereka mampu menjual produk yang murah dan banyak, yang kemudian menjadi satu stereotip Warteg yang dikenal publik hingga hari ini. Realitas ini kemudian menjadikan stereotip awal Warteg: berada di sekitar lokasi proyek, dibuat dari bahan-bahan semi permanen seperti halnya bedeng pekerja proyek, bersifat musiman mengikuti periodisasi pengerjaan proyek, dikerjakan oleh 3-5 pekerja boro yang umumnya laki-laki.

Versi kedua merunut rentang historis yang lebih panjang lagi. Bermula dari setting gegeran Mataram-Batavia antara Sultan Agung dan VOC. Saat itu Tegal sebagai wilayah perbatasan Mataram dengan Cirebon, dan Batavia. Sudah diingat publik dalam pelajaran sejarah bahwa Sultan Agung dua kali menyerang Batavia secara besar-besaran, berturut-turut tahun 1628 dan 1629. Untuk kepentingan penyerangan ini, Sultan Agung memerintahkan pembukaan lahan sawah di wilayah Indramayu, Karawang dan sekitarnya, untuk menjamin ketersediaan logistik pasukan yang akan bertempur. Sultan Agung bahkan sampai mengerahkan kawula Mataram untuk menjadi petani di Indramayu dan sekitarnya (Mangunwijaya, 2007). Bupati Tegal kala itu, Tumenggung Martoloyo ditunjuk sebagai senapati panglima perang, sekaligus menyiapkan ubo rampe peperangan, termasuk penyediaan logistik. Meski belum ada bukti otentik, kuat dugaan Martoloyo mengerahkan warga Tegal menjadi petani yang menyiapkan lahan di Indramayu, hingga menjadi juru masak pasukan di Batavia. Hingga saat ini, realitas yang tercatat dalam sejarah memang hanya pengerahan warga Tegal sebagai prajurit penggempur VOC di Batavia (Kustomo, 2004).

Bangunan Warteg saat ini umumnya tidak lagi berbentuk bedeng darurat. Banyak bangunan Warteg dibuat semi permanen atau permanen. Ciri umum yang masih melekat adalah luas Warteg yang umumnya sempit sekira 15-20 M, serta bercat biru dan berada di lokasi yang ramai. Sajian yang disuguhkan umumnya terdiri dari banyak ragam sayur dan lauk, namun tak seperti Rumah Makan Padang yang populer dengan lauk rendang, dan sambal balado sajian Warteg tak ada yang spesifik pasti ada pada setiap Warteg (Juanda, 2004).

Ekspansi Bisnis

Meski bisnis Warteg telah mengubah wajah banyak desa di Tegal, namun hingga saat ini ekspansi bisnis Warteg masih identik dengan warung sempit yang menyebar di pinggiran ibukota. Berbeda dengan sejawatnya Rumah Makan Padang yang telah merambah hingga ke mall dan pusat-pusat perbelanjaan modern. Citra ‘warung pinggir jalan’ bagi Warteg bisa bermakna penguatan citra sebagai makanan yang murah-meriah sekaligus memelihara tradisi Warteg yang memang tumbuh dari pinggiran. Namun bagi kepentingan bisnis, citra semacam ini tentu tidak strategis. Pada banyak rumah makan berkelas, soal makan seringkali hanya soal kemasan ketika pengusaha rumah makan menyulap warungnya sekaligus menjadi lokasi rehat yang menarik. Instrumen-instrumen bantu seumpama kolam, warung apung, sawah buatan, tampilan warung alami atau sebaliknya modern dengan pendingin udara, adalah kiat untuk memperluas pasar.

Realitas ini semestinya dijawab oleh pengusaha Warteg untuk bersaing merebut konsumen menengah atas. Pengusaha Warteg, atau Koperasi Warung Tegal (Kowarteg) sebagai organisasi pengusaha Warteg perlu membuka peluang baru mencitrakan Warteg sebagai seni kulinari, tak sekedar semata-mata soal makan. Sudah saatnya Warteg muncul dengan kemasan baru di mall, pusat perbelanjaan, restoran-restoran alam, bahkan jaringan waralaba.

Manajemen Wirausaha "CLOTHING"..

MEMBUAT CLOTHING

T-shirt merupakan salah satu model pakaian yang sangat digemari masyarakat umum baik muda maupun tua. Di Surabaya sendiri pun banyak produk-produk clothing yang dijual di distro-distro pada umumnya.

Tetapi Surabaya belum cukup menarik perhatian masyarakat Indonesia yang mengenal Jogja dan Bali dengan berbagai t-shirt dengan kata-kata kreatif yang mengundang senyum dan tawa. Atau Bandung dikenal dengan paris van javayang setiap bulan bermunculan distro, butik atau FO yang menarik konsumen/wisatawan dari kota lain.

Disini kami akan mempublikasi tentang kebutuhan membuat dan memasarkan produk cloting buatan sendiri.

KEBUTUHAN
Kebutuhan-kebutuhan yang harus dimiliki agar dapat menjual produk clothing, ialah:

1. Label

Merk / identitas produk yang biasanya ditempatkan di bagian leher dalam belakang atau sisi samping luar t-shirt.

Harga sekitar Rp. 1500 per lusin, min. pemesanan 100 lusin

Rincian label dapat berupa logo atau desian dan ukuran t-shirt.

Label dapat dijahit atau disablon di bagian belakang leher t-shirt dan di samping bawah t-shirt atau di tempat lain sesuai selera

2. Tag dan tag gun

Tag di pakai untuk asesoris brand t-shirt yang menyampaikan info produk seperti harga, kode, ukuran, serta identitas produk atau contact person produsen. Design tag disesuaikan dengan tema & identitas produk.

Tag dipasang dengan tag gun bersama dengan tag pinnya. Untuk mendapatkannya, kita dapat membeli di toko buku dengan harga sekitar Rp. 50.000 dan tag pinnya sekitar 20 ribu /dozen.

3. Kain

Kain untuk bahan t-shirt bermacam-macam, seperti katun 100 %: combat, cardet, Double Nit, single Nit yang sudah di campur polyester TC, PE, lacoste, dll. Untuk T-shirt berstandar distro biasanya memakai combat.

Untuk bahan bagian leher namanya adalah rib. Untuk menggabungkan dengan kain, seharusnya disesuaikan dengan bahan kain yang dipakai. Apabila mengunakan kain combat, rib yang dipakai juga combat. Untuk pilihan warna antara rib dan kain dapat berbeda atau sama, sesuai dengan selera masing-masing.

Pembelian rib dihitung /cm, karena 7 cm rib dapat dipakai untuk 4 t-shirt, atau menyesuaikan kain body yang dibuat. Kain katun combat dengan cardet hampir sama, tetapi di bagian dalam kain cardet sedikit lebih kasar. Kain PE biasanya dipakai untuk kaos partai Kain lacoste seperti kain POLO t-shirt yang mempunyai tekstur. Kain lacoste mempunyai type katun dan lacoste PE.

Untuk t-shirt berkrah juga butuh beli krahnya, krahnya juga tersedia untuk yang bahan katun ma bahan PE, krah yang bahan PE lebih lemes dari yang katun, klo yang katunnya kesannya lebih kaku. Krah bisa juga dibuat sama dengan bahan bodynya. Harga untuk krah katun sekitar 2500 per pcs, untuk jenis PE sekitar 1500 per pcs.

4. Design

Yang membedakan satu clothing dengan yang lainnya, selain bahan adalah desain. Sebaiknya, tema desain selalu dinamis dan mempunyai ciri tersendiri. Usahakan desain-desainnya vektor yang bukan images, karena akan menyulitkan pada sesi penyablonan.

Untuk mendesain gambar sablon seharusnya menggunakan Corel saja, sebab hasil corel lebih bagus pada saat dicetak. Usahakan menyeting desain sendiri untuk pembuatan film sablon. Dan apabila tidak bisa, dapat di oderkan di tempat setting. Tetapi harga setting-an ini relativ cukup mahal (extra cost)

Tutorial setting sederhana menggunakan corel :

Gabungkan semua object, klik satu object kemudian Shift + Select object yang lain atau select all kemudian tekan icon “Weld” yang muncul di bar atas.

Pisakan bentuk-bentuk yang memiliki warna berbeda pada design, print hitam tebal diatas kertas 60 Gram (seperti mengeprint pada kertas kalkir).

5. Sablon

Sebaiknya sablon dikerjakan sebelum kain dijahit atau sebelum t-shirt jadi, karena ada beberapa tempat sablon yang memang tidak bisa nyablon kaos jadi, apabila demikian kita juga dapat menyablonnya sendiri.

Seharusnya tahap yang dipakai dari kain potongan dahulu, karena akan membutuhkan screen yang lebih besar apabila membuat kaos jadi.

6. Bordir

Selain sablon juga ada alternatif desain kaos dengan bordir. Ada yang dibordir langsung di kain kaosnya, ada juga yang dibordir dulu di kain lain baru dijahit di t-shirt. Tapi kebanyakan yang memakai bordir, untuk kaos yang berkrah.

7. Jahit

Selesai disablon, kain dijahit. Jahit kaos sebenarnya lebih mudah daripada jahit baju dengan busana lainnya, tapi terkadang susah mencari ahlinya

Model kaos sangat bervariatif tergantung selera, untuk laki-laki biasanya tidak terlalu banyak modelnya, biasanyanya simple, tetapi bermain di warna rib saja dan berbeda pada warna reglan/lengan.

Bagian-bagian kaos ada bodi depan, bodi belakang, lengan, dan bagian lehernya yang disebut rib

Mesin jahit untuk t-shirt ada 3 :

~ Mesin jahit biasa untuk jahit pundak ma leher

~ Mesin jahit obras untuk bagian samping body dan sambungan lain

~ Mesin jahit overdeck untuk bagian lengan dan body bagian bawah

Untuk modifikasi model t-shirt perempuan pun juga bermacam-macam, tergantung selera.

Untuk kaos berkrah waktunya lebih lama karena membutuhkan jahit krah dan tempat kancingnya.

ASPEK PEMASARAN

A. Strategi Produk

Selain t-shirt, produk yang kami tawarkan terdiri dari celana, assesories, tas, dan sepatu. Kami menciptakan desain produk yang menarik dan menurut trend yang sesuai dengan selera masyarakat pada umumnya khususnya remaja.

B. Strategi Harga

Penetapan harga didasarkan atas target pasar kami yaitu kalangan menengah, sehingga range harganya berkisar antara:

Rp. 60.000 - Rp. 110.000 untuk kain Double Nit dan Combat.

Rp. 35.000 – Rp. 50.000 untuk kain dengan kualitas dibawah Combat.

Harga ini dianggap kompetitif dan terjangkau bagi target pasar kami.

C. Strategi Promosi

Promosi dapat dilakukan melalui dukungan dari teknologi informasi dan komunikasi seperi internet, mempromosikan ke teman, atau apabila mempunyai teman yang memiliki distro kita dapat menitipkannya, dll.

http://merchan51.blogspot.com/

Peluang Bisnis Toko Buku

Minat baca masyarakat akan buku, semakin meningkat setiap harinya. Banyaknyaprogram pemerintah serta beberapa lembaga sosial masyarakat yang belakangan ini menggalakan budaya gemar membaca, menjadi keuntungan tersendiri bagi para pelaku bisnis buku. Karena dengan adanya budaya gemar membaca, minat masyarakat untuk membaca menjadi lebih besar. Keadaan ini dijadikan sebagaipeluang usaha yang menguntungkan, termasuk bagi para pemilik toko buku.

Besarnya peluang usaha di bidang bisnis buku, menjadi salah satu alasan mengapa toko buku saat ini banyak ditemukan. Usaha ini menjadi usaha yang menguntungkan bagi para pemiliknya, karena kebutuhan masyarakat akan buku tidak akan pernah ada habisnya.

Konsumen

Target konsumen bisnis toko buku adalah semua orang yang gemar membaca dan membutuhkan buku untuk meunjang aktivitasnya sehari – hari. Mulai dari anak – anak yang masih sekolah, para mahasiswa, para pegawai, ibu rumah tangga, serta berbagai kalangan masyarakat lainnya menjadi sasaran pasar bisnis toko buku. Hampir semua orang membutuhkan buku, baik untuk menambah informasi maupun untuk sekedar mencari hiburan semata.

Info Bisnis

Untuk memulai bisnis ini, yang terpenting Anda harus gemar membaca. Jadi Anda tidak terlalu merasa sulit menjalankan bisnis ini, karena dimulai dari apa yang Anda sukai. Selain itu dengan modal gemar membaca, Anda dapat menentukan macam – macam buku yang akan Anda jual. Sebab buku yang beredar saat ini dipasaran, memiliki jutaan judul dengan berbagai macam kategorinya.

Langkah selanjutnya yaitu menentukan lokasi usaha yang strategis, usahakan pilih lokasi yang dekat dengan keramaian. Jika memungkinkan, pilih lokasi yang dekat dengan sekolah, kampus atau di kawasan pusat perbelanjaan. Ciptakan suasana toko buku Anda senyaman mungkin, sehingga konsumen betah dan tidak segan untuk kembali lagi ke toko tersebut. Misalnya saja membuka toko buku yang dikonsep dengan santai, dan menyediakan cafetaria untuk tempat baca.

Pemasaran

Pemasaran bisnis toko buku dapat dilakukan melalui iklan di media massa, selain itu Anda juga bisa mengenalkan bisnis Anda dengan mengikuti berbagai pameran buku yang sering diadakan di dalam kota maupun kota – kota sekitarnya. Sedangkan untuk menarik minat para konsumen untuk berkunjung ke toko Anda, bisa dilakukan dengan memberikan potongan harga tertentu.

Disamping itu promosi yang sekarang sering digunakan yaitu melalui media online atau internet. Dengan bantuan internet, Anda dapat membuka toko buku online juga. Jadi jangkauan pasar bisnis Anda lebih luas menjangkau konsumen dari kota atau negara lain.

Kelebihan bisnis

Menjalankan bisnis buku terbilang tidak sulit, apalagi bagi para penggemar buku. Apalagi minat masyarakat yang tidak pernah habis, menjadi salah satu kelebihan bagi bisnis ini. Selain itu modal yang diperlukan juga bisa disesuaikan dengan kondisi keungan Anda. Bila Anda memiliki modal cukup besar, bisa membuka toko dengan modal buku yang dibeli secara tunai. Namun jika modal usaha Anda terbatas, tidak perlu berkecil hati. Karena Anda tetap bisa menjalankan bisnis ini dengan menjalin kerjasama dengan penerbit buku yang melayani sistem titip jual ( konsinyasi ).

Kekurangan bisnis

Peluang bisnis toko buku juga memiliki kekurangan, omset yang diperoleh biasanya mengalami pasang surut. Karena sesuai kebutuhan masyarakat akan buku, minat masyarakat meningkat pada tahun ajaran baru atau awal semester baru saja. Pada waktu – waktu itu, omset yang diterima bisa meningkat hingga berlipat – lipat dari omset hari – hari biasa. Selain itu untuk buku – buku best seler, tidak mau menerima kerjasama konsinyasi. Jadi untuk stok buku best seller, diperlukan modal tambahan untuk membeli tunai.

Kunci sukses

Para konsumen lebih senang mengunjungi toko buku yang koleksi bukunya lengkap, harganya murah serta tempatnya nyaman untuk membaca. Semakin lengkap koleksi buku Anda, semakin banyak pula konsumen yang datang berkunjung. Selain itu berikan potongan harga tertentu, biasanya pada tahun ajaran baru banyak toko buku yang memberikan diskon tertentu untuk menarik minat konsumen. Dan yang terakhir, ciptakan seuasana toko buku yang nyaman bagi para penggemar buku. Semakin nyaman suasana toko Anda, semakin sering pula para konsumen kembali ke toko Anda.

http://whandi.net/peluang-bisnis-toko-buku.html